Cara Kerja Sistem Live Tracking Armada Logistik Berbasis GPS

D
Penulis: Tim doIT
5335 Dilihat
gps tracking cargo

Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana sebuah aplikasi bisa mengetahui posisi tepat sebuah truk pengiriman secara real-time? Atau bagaimana customer bisa mendapat notifikasi "Paket Anda telah sampai di kota tujuan"?

Di balik fitur yang tampak "ajaib" ini, ada serangkaian proses teknis yang melibatkan perangkat keras (hardware), protokol komunikasi, dan sistem software yang dirancang khusus. Sebagai tim yang membangun cargo management system, Kami akan mengupas tuntas cara kerja sistem live tracking armada logistik.

Arsitektur Sistem Tracking: Dari Kendaraan ke Dashboard

Secara sederhana, alur data dalam sistem tracking GPS dapat dibagi menjadi tiga lapisan utama: Perangkat di ArmadaServer Backend, dan Aplikasi Pengguna. Mari kita bedah satu per satu.

1. Lapisan Perangkat Keras (Hardware Layer) - Sang Pengirim Data

Ini adalah "mata" dari sistem yang terpasang di setiap kendaraan. Komponen utamanya meliputi:

  • Modul GPS (Global Positioning System): Modul ini menerima sinyal dari satelit GPS untuk menghitung koordinat lokasi (garis lintang dan bujur), kecepatan, dan arah kendaraan. Akurasinya bisa mencapai hitungan meter.

  • Modul Komunikasi (GSM/4G/LTE): Data koordinat yang sudah didapatkan harus dikirim ke server. Modul ini menggunakan kartu SIM dan jaringan seluler untuk mengirimkan data secara periodik, misalnya setiap 30 detik atau setiap kali ada perubahan status (misal, mesin menyala/mati).

  • Mikrokontroler dan Sensor Tambahan: "Otak kecil" yang mengatur pengambilan data GPS dan pengirimannya. Sistem modern juga bisa diintegrasikan dengan sensor bahan bakar, sensor suhu (untuk kargo berpendingin), atau accelerometer untuk mendeteksi tabrakan atau gaya mengemudi.

Cara Kerjanya: Setiap beberapa detik, modul GPS menghitung posisi. Mikrokontroler menggabungkan data posisi ini dengan informasi lain (ID alat, kecepatan, status mesin) lalu mengirimkannya dalam bentuk paket data kecil ke server melalui jaringan seluler.

2. Lapisan Server Backend - Jantung Pengolah Data

Ini adalah pusat kendali yang dibangun oleh tim pengembang. Server bertugas menerima jutaan paket data dari ratusan kendaraan, memprosesnya, dan menyimpannya. Komponen kunci di sini adalah:

  • Connection Server / API Gateway: Server ini dirancang untuk menerima koneksi simultan dari ribuan perangkat GPS. Protokol yang umum digunakan adalah MQTT (Message Queuing Telemetry Transport), protokol ringan yang ideal untuk Internet of Things (IoT) karena hemat data dan baterai. Alternatifnya bisa menggunakan HTTP/HTTPS.

  • Data Processor & Geolocation Engine: Setelah data diterima, server melakukan beberapa hal:

    • Dekripsi dan Validasi: Memastikan data berasal dari perangkat yang terdaftar.

    • Reverse Geocoding: Mengubah koordinat GPS (misal: -6.2088, 106.8456) menjadi alamat yang bisa dibaca manusia (misal: Jl. Sudirman, Jakarta Pusat). Ini biasanya dilakukan dengan memanggil API peta seperti Google Maps API atau OpenStreetMap.

    • Perhitungan Jarak & ETA: Menghitung sisa jarak tempuh ke tujuan dan memperkirakan waktu tiba (Estimated Time of Arrival) berdasarkan data historis kecepatan dan kondisi lalu lintas real-time (jika terintegrasi).

  • Database: Menyimpan semua data historis perjalanan, termasuk titik-titik lokasi, rute yang sudah dilalui, dan status pengiriman. Basis data yang digunakan biasanya kombinasi antara database relasional (seperti PostgreSQL) untuk data transaksional dan database time-series (seperti InfluxDB) untuk data lokasi yang berurutan berdasarkan waktu.

3. Lapisan Aplikasi Pengguna - Antarmuka yang Melihat Hasilnya

Data yang sudah diolah di server kemudian ditampilkan ke pengguna melalui berbagai aplikasi:

  • Dashboard Admin (Web): Digunakan oleh manajer logistik untuk melihat posisi semua armada di peta, memonitor pengiriman yang mungkin terlambat, dan melihat laporan perjalanan.

  • Aplikasi Sopir (Mobile App): Biasanya terintegrasi dengan perangkat GPS atau ponsel sopir untuk menerima instruksi pengiriman, mengirimkan foto bukti pengiriman, dan melaporkan status (misal: "Sampai di tujuan", "Macet").

  • Aplikasi Customer (Mobile/Web): Di sinilah pelanggan bisa melacak sendiri paket mereka. Aplikasi ini hanya membaca data dari server (biasanya dengan hak akses terbatas) dan menampilkan posisi terakhir serta estimasi waktu tiba.

Alur Data Lengkap: Sebuah Simulasi Sederhana

Mari kita ikuti perjalanan sebuah paket:

  1. Sopir memulai pengiriman dan menekan tombol "Mulai Perjalanan" di aplikasi sopir.

  2. Status berubah di server. Sistem kemudian mulai mengaktifkan tracking lebih intensif.

  3. Perangkat GPS di truk mengirimkan koordinat -6.2088, 106.8456 dan kecepatan 40 km/jam ke server melalui MQTT.

  4. Server menerima data, melakukan reverse geocoding menjadi "Jl. Sudirman", menyimpannya ke database, dan memperbarui posisi terakhir truk.

  5. Dashboard admin secara real-time melihat titik truk bergerak di peta.

  6. Aplikasi customer (yang melakukan request ke server setiap 60 detik) mendapatkan data posisi terbaru dan menampilkannya kepada pelanggan dengan pesan "Paket Anda sedang dalam perjalanan menuju kota Jakarta".

  7. Saat truk sampai di tujuan, sopir menekan tombol "Selesai". Server mengirimkan notifikasi otomatis ke pelanggan: "Paket Anda telah sampai".

Lebih dari Sekadar Posisi: Optimalisasi Bisnis

Sistem live tracking yang canggih tidak hanya menampilkan titik di peta. Data yang terkumpul dapat dianalisis untuk berbagai keperluan bisnis, seperti:

  • Optimasi Rute: Mengetahui rute mana yang paling efisien dan bebas macet.

  • Monitoring Perilaku Sopir: Mendeteksi kebiasaan mengemudi berbahaya seperti mengerem mendadak atau melaju terlalu kencang.

  • Verifikasi Pengiriman: Menggunakan geofencing (batas maya) untuk memastikan sopir benar-benar berada di lokasi tujuan saat mengklaim "selesai".

Sebagai perusahaan IT dan software house yang telah berdiri sejak 2017, doIT berpengalaman lebih dari 8 tahun dalam membantu berbagai perusahaan membuat sistem yang 100% sesuai alur bisnis mereka. Terdaftar sebagai PKP dan fokus pada solusi personalisasi bisnis melalui IT, tim Kami siap merancang dan membangun cargo management system yang tidak hanya mampu melacak armada, tetapi juga terintegrasi dengan sistem manajemen pengiriman, gudang, dan keuangan perusahaan Anda.

Kami memahami bahwa setiap perusahaan logistik punya tantangan unik. Mulai dari integrasi dengan berbagai merek GPS tracker, kebutuhan pelaporan khusus, hingga fitur untuk customer yang berbeda-beda. Dengan pendekatan custom development, Kami memastikan solusi yang dibangun tepat sasaran dan scalable seiring pertumbuhan bisnis Anda.

Jika Anda ingin mendiskusikan bagaimana sistem live tracking dan manajemen armada dapat dibangun untuk perusahaan logistik Anda, tim doIT siap menjadi mitra diskusi. Mari wujudkan operasional logistik yang lebih transparan, efisien, dan terkendali.


 
Apakah artikel ini membantu?
Bagikan: