
Pernahkah Anda mengalami situasi di mana aplikasi bisnis yang sudah berjalan bertahun-tahun tiba-tiba sering error, loading lama, atau bahkan mati total di saat kritis? Fenomena ini sangat umum terjadi, terutama pada sistem yang dibangun tanpa perencanaan arsitektur dan struktur kode (code structure) yang matang.
Memahami akar masalah ini penting agar Anda tidak salah langkah—apakah perlu perbaikan besar-besaran, migrasi ke teknologi baru, atau memanfaatkan sistem jasa kelola sistem custom untuk menjaga stabilitasnya.
Akar Masalah: Utang Teknis (Technical Debt)
Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, ada istilah yang disebut utang teknis. Ini adalah konsekuensi dari pengambilan keputusan teknis yang cepat atau kurang optimal di masa lalu demi mengejar tenggat waktu. Semakin lama utang ini menumpuk, semakin besar "bunga"-nya berupa bug, performa buruk, dan sulitnya menambah fitur baru.
Utang teknis ini biasanya berakar dari dua area utama: arsitektur sistem dan struktur kode.
1. Masalah pada Arsitektur Sistem
Arsitektur sistem adalah fondasi atau cetak biru aplikasi. Jika fondasinya lemah, masalah akan muncul di mana-mana.
-
Spaghetti Code & Arsitektur Monolitik yang Kaku: Sistem lama sering dibangun tanpa pemisahan concern yang jelas. Semua logika (tampilan, bisnis, akses data) tercampur jadi satu. Akibatnya, mengubah satu baris kode kecil pun bisa berdampak tak terduga pada bagian lain (efek ripple). Ini membuat sistem rapuh dan sulit dipelihara.
-
Ketergantungan pada Library Usang: Aplikasi bergantung pada plugin, framework, atau library versi lawas yang tidak lagi mendapat update keamanan atau dukungan. Seiring waktu, ini menciptakan celah keamanan dan konflik kompatibilitas dengan teknologi baru.
-
Scalability yang Buruk: Arsitektur tidak dirancang untuk menangani pertumbuhan data atau pengguna. Saat beban naik, sistem melambat atau crash karena tidak bisa melakukan load balancing atau horizontal scaling.
-
Ketiadaan Middleware & Caching: Tanpa lapisan middleware yang baik, semua beban langsung jatuh ke database. Kurangnya strategi caching yang tepat membuat server harus bekerja ekstra untuk permintaan yang sama berulang kali, membuang sumber daya.
2. Masalah pada Struktur Code (Kode Program)
Selain arsitektur besar, kualitas kode di level mikro juga sangat menentukan.
-
Tidak Ada Standar Penulisan Kode (Coding Standard):
Setiap programmer punya gaya sendiri. Tanpa standar, kode menjadi tidak konsisten, sulit dibaca, dan sulit dilacak bug-nya. Ini seperti dokumen penting yang ditulis dengan campuran banyak bahasa dan ejaan berbeda. -
Kurangnya Unit Testing:
Sistem lama sering dibangun tanpa pengujian otomatis (unit test). Akibatnya, tidak ada jaring pengaman saat melakukan perubahan. Tim pengembang takut untuk memperbaiki satu bug karena khawatir memunculkan bug baru di tempat lain. -
Dokumentasi yang Minimal atau Tidak Ada:
Kode tanpa dokumentasi adalah teka-teki. Ketika programmer awal sudah tidak ada, tim baru harus menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk memahami logika bisnis yang tersembunyi di balik kode yang rumit. -
Hardcoded Values:
Banyak nilai konfigurasi (seperti koneksi database, API key, atau aturan bisnis) ditulis langsung di dalam kode, bukan di file konfigurasi. Ini membuat perubahan lingkungan (misal dari server uji ke produksi) menjadi sangat rawan error.
Dampak pada Bisnis Anda
Akumulasi masalah di atas menyebabkan:
-
Downtime Tidak Terduga: Server mati di jam sibuk, mengganggu operasional dan berpotensi menghilangkan pendapatan.
-
Perbaikan Lambat dan Mahal: Butuh waktu lama untuk mencari sumber bug dan memperbaikinya, sementara biaya tenaga ahli terus berjalan.
-
Sulit Beradaptasi: Ketika pasar berubah dan Anda butuh fitur baru, sistem lama tidak bisa diajak cepat beradaptasi.
-
Risiko Keamanan Meningkat: Sistem dengan celah keamanan yang tidak ditambal menjadi sasaran empuk serangan siber, termasuk ransomware yang bisa mengenkripsi data berharga Anda.
Solusi: Bukan Sekadar Memperbaiki, Tapi Mengelola dengan Profesional
Menghadapi sistem yang kompleks dan kritis, pendekatan "sementara jalan dulu" tidak lagi cukup. Diperlukan pendekatan pengelolaan sistem yang profesional dan terstruktur.
Sebagai software house yang telah berdiri sejak 2017, doIT berpengalaman lebih dari 8 tahun dalam membantu berbagai perusahaan, tidak hanya dalam membuat sistem baru, tetapi juga dalam merawat dan menyelamatkan sistem legacy. Kami terdaftar sebagai PKP dan fokus pada solusi personalisasi bisnis melalui IT.
Tim kami yang system-agnostic—berpengalaman dengan berbagai teknologi dari PHP (Laravel/CI) hingga Node.js dan Python—dapat melakukan audit arsitektur dan kode secara menyeluruh. Kami mengidentifikasi titik-titik rawan, memberikan rekomendasi perbaikan, dan melalui layanan sistem jasa kelola sistem custom, kami dapat mengambil alih pemeliharaan sistem Anda.
Dengan managed service dari doIT, Anda mendapatkan:
-
Monitoring 24/7Â untuk mendeteksi dan merespons masalah sebelum berdampak.
-
Code Maintenance & Bug Fixing oleh tim yang paham praktik terbaik industri.
-
Security Hardening & Backup untuk melindungi aset digital Anda dari ancaman dan kehilangan data.
-
Ketenangan Pikiran, karena Anda bisa fokus pada bisnis inti, sementara kami menangani kerumitan teknis di balik layar.
Kesimpulan
Sistem yang sering error bukanlah takdir yang harus diterima. Ini adalah gejala dari akumulasi utang teknis pada arsitektur dan struktur kode. Dengan pemahaman yang tepat dan mitra pengelola sistem yang kompeten, stabilitas dan performa sistem Anda dapat dipulihkan. Jangan biarkan sistem lama yang bermasalah menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Konsultasikan dengan tim doIT untuk mendapatkan gambaran jelas tentang kesehatan sistem Anda dan langkah terbaik selanjutnya.
Baca juga :Peran dan Manfaat IT Support dalam Sistem Managed Perusahaan





